Cari Blog Ini

Minggu, 09 Desember 2012

teori kurikulum

TEORI KURIKULUM

TEORI KURIKULUM

A. Pengerian Teori

            Teori merupakan suatu set atau system pernyataan(a set of statement) yang menjelaskan serangkaian hal ketidaksepakatannya terletak pada karakterristik pernyataan tersebut. Ada tiga kelompok karakteristik utama system pernyataan suatu teori. Pertama, pernyataan suatu teori bersifat memadukan(unifying statement) Kedua,pernyataan tersebut berisi kaidah-kaidah umum (universal preposition). Ketiga, pernyataan bersifat meramalkan (predictive statement). Kaplan (1964,hlm.295). Teori menjelaskan suatu kejadian. Kejadian ini bias sangat luas atau sangat sempit. Suatu kejadian yang dijelaskan oleh suatu teori menunjukkan suatu set yang universal. Set universal ini terbentuk oleh tiga bagian. Bagian pertama,kejadian yang diketahui,yang dinyatakan sebagai fakta,hukum,atau prinsip. Bagian kedua yang dinyatakan sebagai asumsi,proposisi, dan postulat. Bagian ketiga adalah bagian dari set universal atau bagian dari keseluruhan yang belum diketahui.


1.      Fungsi Teori
Ada tiga fungsi teori yang sudah disepakati para ilmuwan yaitu:
(1) mendeskripsikan,(2) menjelaskan,dan (3)memprediksi. Fungsi yang lebih besar dari suatu teori adalah melahirkan teori baru.
Mouly (1970,hlm.70-71) mengemukakan cirri-ciri suatu teori yang baik,yaitu:

   1. A theoretical system must permit deduction which be tested empirically
   2. A theory must be compatible both with observation and with previously validated theories,
   3. Theories must be stated in simple term, thet theory is best which explains the most in the simplest form,
   4. Scientific theories must be based on empirical facts and relationships.



B. Teori Pendidikan

            Boyles,(1959) menyatakan bahwa teori pendidikan di Amerika Serikat berada dalam a state of suspended animation, penggambarannya masih tertangguhkan. Masih memerlukan waktu yang cukup lama untuk menampilkan dengan jelas teori pendidikn ini. Menurut Beaucham (1975,hlm.34),teori  pendidikan akan atau dapat berkembang. Tetapi perkembangnnya pertama-tama dimulai pada sub-subteorinya. Yang menjadi subteori dari teori pendidikan adalah teori-teori dalam kurikulum pengajaran,evaluasi,bimbingan-konseling, dan administrasi pendidikan. Hugh C. Black dalam bukunya A Four-fold Classification of Education Theories(1966) mengemukakan empat teori pendidikan, yaitu teori tradisional,teori progresif,teori hasil belajar, dan teori proses belajar. Teori tradisional menekankan fungsi pendidikan sebagai pemelihara dan penerus warisan budaya,teori progresif memandang pendidikan sebagai penggali potensi anak-anak,dalam teori ini anak menempati kedudukan sentral dalam pendidikan. Teori hasil belajar sesuai dengan namanya mengutamakan hasil,sedangkan teori proses belajar mengutamakan proses belajar.
Enam teori pendidikan (menurut Brouner)

Teori
           
Metode
           
Pandangan terhadap anak
           
Penekanan dalam pendidikan
Monitorial method
           
Orielland memorization
           
Trainable beast
           
Obedience
Object teaching
           
Handling things
           
Flower to be cultivated
           
Discoverer



Herbartianism
           
Five steps
           
Social embryo to be molded
           
Will power



Child study
           
Self expression
           
Potential artist
           
Sensivity



Experimentalism
           
Problem solving
           
Responsible rebel
           
Involvement



Curent academic emphasis
           
New technology
           
Greatest natural resours
           
Mastery




March Beth dalam buku Education as a Dicipline (1965) menegaskan bahwa pendidikan adalah suatu disiplin. Ia menolak pandangan bahwa pendidikan hanyalah aplikasi dari disiplin-disiplin lain. Pendidikan adalah suatu bidang studi (suatu disiplin) dalam bidangnya. Studi tentang pendidikan merupakan suatu kajian tentang bagaiman cara atau model-model inquiri disusun,digunakan,dikembangkan,dan disusun kembali. Lebih jauh berisi kajian tentang model-model yang cocok pada suatu tempat,serta syarat-syarat yang diperlukan bagi pelaksanaan model tersebut. Menurut Beth,study tentang pendidikan mencakup hal-hal sebagai berikut:

   1. sejarah tentang teori dan model-model pendidikan.
   2. prinsip-prinsip dan prosedur analisis dari model-model pendidikan.
   3. studi tentang fungsi dari model-model yang ada,sebagai bahan alat untuk mempelajari dan mengembangkannya.
   4. studi lebih mendalam tentang variasi model, bagaimana penerapannya dalam berbagai tingkat sekolah dan berbagai jenis mata pelajaran.
   5. pelaksanaan model sesuai dengan kondisi waktu,kemampuan pelaksana,serta fasiliatsi yang ada.










C. Teori Kurikulum

            Konseep-konsep teori kurikulum yaitu sebagai suatu perangkatt pernyataan yang memberikan makna terhadap kurikulum sekolah, makna tersebut terjadi karena adanya penegasan hubungan antara unsure-unsur kurikulum, karena adanya petunjuk perkembangan, penggunaan dan evaluasi kurikulum.Bahan penyajian dari teori kurikulum adalah hal-hal yang berkaitan dengan penetuan keputusan, penggunaan,perencanaan,pengembangan,evaluasi kurikulum, dan lain-lain.

   1. Konsep Kurikulum

Ada tiga konsep tentang kurikulum,kurikulum sebagai substansi,
Sebagai system,dan sebagai bidang studi. Konsep pertama,kurikulum sebagai substansi,suatu kurikulum dipandang orang sebagai suatu rencana kegiatan belajar bagi murid-murid di sekolah, atau sebagai suatu perangkat tujuan yang ingin dicapai. Suatu kurikulum juga dapat menunjuk kepada dokumen yang berisi rumusan tentang tujuan, bahan ajar, kegiatan belajar-mengajar, jadwal, dan evaluasi. Konsep kedua,adalah kurikulum sebagai suatu system, yaitu suatu system kurikulum. System kurikulum merupakan bagian dari system persekolahan, system pendidikan, bahkan system masyarakat. Suatu system kurikulum mencakup system personalia, dan prosedur kerja bagaimana cara menyusun suatu kurikulum,melaksanakan, mengevaluasi, dan menyempurnakannya. Konsep ketiga,kurikulumm sebagain sebagai bidang studi yaitu bidang studi kurikulum. Ini merupakan bidang kajian para ahli kurikulum dan ahli pendidikan dan pengajaran. Tujuan kurikulum sebagai bidang studi adalah mengembangkan ilmu tentang kurikulum dan system kurikulum. Mereka yang mendalami bidang kurikulum mempelajari konsep-konsep dasar tentang kurikulum.

   2. Perkembangan teori kurikulum

Perkembangan kurikulum telah dimulai pada tahun 1890 dengan tulisan
Charless dan McMurry, tetapi secara definitive berawal dari hasil karya Frankin Babbit tahun 1918. Bobbit sering dipandang sebagai ahli kurikulum Yng pertama, ia perintis pengembangan praktek kurikulum. Menurut Bobbit teori kurikulum itu sederhana,yaitu kehidupan manusia. Kehidupan manusia meskipun berbeda-beda pada dasarnya sama terbentuk oleh sejumlah kecakapan pekerjaan. Pendidikan berupa mempersiapkan kecakapan-kecakapan tersebut dengan teliti dan sempurna. Mulai tahun 1920, karena pengaruh pendidikan progresif, berkembang gerakan pendidikan yang berpusat pada  anak(child centered). Teori kurikulum berubah dari yang menekankan pada organisasi isi yang diarahkan pada kehidupan sebagai orang dewasa (Bobbit dan Charles) kepaada kehidupan psikologis anak pada saat inii. Anak menjadi pusat perhatian pendidikan. Perkembangan teori kurikulum selanjutnya di bawakan oleh Hollis Dasweel. Dalam peranannya sebagai ketua divisi pengembang kurikulum di beberapa negara di bagian Amerika Serikat. Ia mengembangkan kurikulum yang berpusat pada masyarakat atau pekerjaan. Maka Caswell mengembangkan kurikulumyang bersifat interaktif. Dalam pengembangan kurikulumnya, Caswell  menekankan pada partisipasi guru-guru berpartisipasi dalam menentukan kurikulum, menentukan stuktur organisasi dari penysusun kurikulum, dalam merumuskan pengertian kurikulum,merumuskan tujuan, memilih isi, menetukan kegiatan belajar, desain kurikulum,menilai hasil. Pada tahun 1947 di Univertas Chicago berlangsung diskusi besar pertama tentang kurikulum. Sebagai hasil diskusi tersebut dirumuskan tiga tugas utama teori kurikulum:(1) mengidentifikasi masalah-masalah penting yang muncul dalam pengembangan kurikulum dan konsep-konsep yang mendasarinya,(2) menentukan hubungan antara masalah-masalah tersebut dengan struktur yang mendukungnnya,(3) mencari atau meramalkan pendekatan-pendekatan pada masa yang akan datang untuk memecahkan masalah tersebut. Ralph W.Tylor (1949) mengemukakan empat pertanyaan pokok yang menjadi inti kajian kurikulum:

   1. Tujuan pendidikan yang manakah yang ingin dicapai oleh sekolah?
   2. pengalaman pendidikan yang bagaimanakah yang harus disediakan untuk mencapai tujuan tersebut?
   3. bagaimana mengorganisasikan pengalaman pendidikan tersebut secara efektif?
   4. bagaimana kita menentukan bahwa tujuan tersebut telah tercapai? 




   1. Sumber pengembangan kurikulum

Pengembang kurikulum pertama bertolak dari kehidupan dan pekerjaan
orang dewasa, karena sekolah mempersiapkan anak nagi kehidupan orang dewasa,kurikulum terutama isi kurikulum diambil dari kehidupan orang dewasa. Dalam pengembangan selanjutnya, sumber ini menjadi luas meliputi semua unsure kebudayaan. Manusia adalah makhluk yang bebudaya, hidup dalam lingkungan budaya, dan turut mrnciptakan budaya. Sumber lain penyusunan kurikulum adalah anak. Dalam pendidikan atau pengajaran, yang belajar adalah anak. Pendidikan atau pengajaran bukan memberikan sesuatu pada anak, melainkan menumbuhkan potensi-potensi yang telah ada pada anak. Ada tiga pendekatan terhadap anak sebagai sumber kurikulum, yaitu kebutuhan siswa, perkembangan siswa, dan minat siswa. Beberapa pengembang kurikulum mendasarkan penentuan kurikulum pada pengalaman-pengalaman penyusunan kurikulum yang lalu. Pengalaman pengembangan kurikulum yang lalu menjadi sumber penyusunan kurikulum kemudian. Hal lain yang menjadi sumber penyusunan kurikulum adalah nilai-nilai. Beauchamp menegaskan bahwa nilai dapat merupakan sumber penemuan keputusan yang dinamis. Terakhir yang menjadi sumber penentuan kurikulum adalah kekuasaan sosial-politik. Di Amerika Serikat pemegang kekuasaan social-politik yang menentukan kebijaksanaan dalam kurikulum adalah board of education local yang mewakili negara bagian. Di Indonesia, pemegang kekuasaan social-politik dalam penentuan kurikulum adalah Mentri Pendidikan dan Kebudayaan yang dalam pelaksanaannya dilimpahkan kepada Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah serta Dirjen Pendidikan Tinggi bekerja sama dengan Balitbangdikdub.

   2. Desain dan rekayasa kurikulum

Desain kurikulum merupakan suatu pengorganisasian tujuan, isi, serta
proses belajar yang akan diikuti siswa pada berbagai tahap perkembangan pendidikan. Dalam desain kurikulum akan tergambar unsure-unsur dan kurikulum, hubungan antara satu unsure dengan unsure lainnya, prinsip-prinsip pengorganisasian, serta hal-hal yang diperlukan dalam pelaksanaannya. Dalam desain kurikulum, ada dua dimensi penting, yaitu: (1) substansi, unsure-unsur serta organisasi dari dokumen tertulis kurikulum,(2) model pengorganisasian dan bagian-bagian kurikulum terutama organisasi dan proses pengajaran. Ada dua hal yang perlu ditambahkan dalam desain kurikulum: Pertama, ketentuan-ketentuan, tentang bagaimana penggunaan kurikulum serta bagaimana mengadakan penyempurnaan-penyempurnaan berdasarkan masukan dari pengalaman, kedua, kurikulum itu dievaluasi, baik bentuk desainnya maupun system pelaksanaannya.
            Rekayasa kurikulum berkenaan dengan bagaimana proses memungkinkan kurikulum disekolah, upaya-upaya yang perlu dilakukan para pengelola kurikulum agar kurikulum dapat berfungsi sebaik-baiknya. Pengelola kurikulum disekolah terdiri dari: para pengawas/penilik dan kepala sekolah sedangkan pada tingkat pusat adalah Kepala Pusat Pengembangan Kurikulum Balitbang Dikbud dan para Kasubdit/Kepala Bagian Kurikulum di Direktorat. Seluruh system rekayasa kurikulum menurut Beauchamp mencakup lima hal, yaitu (1) arena atau lingkup tempat dilaksanakannya berbagai proses rekayasa kurikulum, (2) keterlebatan orang-orang dalam proses kurikulum, (3) tugas-tugas dan prosedur perencanaan kurikulum, (4) tugas-tugas dan prosedur implementasi kurikulum, dan (5) tugas-tugas dan prosedur evaluasi kurikulum.

sejuta cerita di bawah tiang bendera

Sejuta Cerita Dibawah Tiang Bendera

Tanggal 8 Desember 2012 aku menatap langit dan Tiang bendera yang berdiri kokoh menantang langit
di Lapangan A2 UM
sekedar tulisan yang bisa dibilang amburadul karena toh dari dulu sampai sekarang aku belum bisa menata tulisan yang baik.
ini bukan lah berbicara tentang Dibawah Bendera Revolusi Soekarno yang berisi rencana Soekarno terhadap Kemerdekaan Indonesia

ini hanyalah mengenai pelurusan persepsi otak nakal mengenai ceplas ceplos yang terjadi dibawah tiang bendera a2. 

seperti biasa ketika kami bertemu pastilah ada obrolan2 kecil diantara kami. di malam minggu pada acara pentas diklat dan ulang tahun Blero yang ke 12. AKu , Mr Tanto, M IPung, Wak Bonang.

seperti yang sudah-sudah bahwa setiap pementasan Blero yang dilakukan di A2 UM tiang bendera ini menjadi saksi dari pementasan2 begitu pula gedung A2 itu.
meskipun pada saat itu merah putih sedang tidak berkibar karena memang waktu itu malam hari

di bawah tiang itu pula kami semua 'rendezvous' melepaskan tawa, kesedihan, pertemuan , perbincangan, dan banyaklah. semua anggota yang pernah menjadi 'pemain' atau mengisi pertunjukan2
di bawah tiang bendera itu pula sejuta makna tentang panggung pertunjukan Operet, Kentrung, demo UKM
saksi yang diam terhadap militan dan pejuang
pementasan Operet Demo UKM Pendudukan Jepang dan Proklamasi, atau tentang Diporonegoro, atan pula sejarah penjajahan Belanda di Bumi pertiwi, atau pertarungan antara Indian VS Koboi yang membicarakan pornografi dan pornoaksi.
Bahkan sampai yang klenik pun ketika salah seorang teman kami atau teman2 kami yang kerasukan di A2
Fiuh, sejuta cerita di Bawah tiang Bendera

Rokok, Kopi, senda gurau ini. Entah darimana kami memulai dan mulai kapan….tanpa alas duduk, sandal2 seadanya kami taruh pantat untuk menahan dingin paving…..

Dalam perjalanan tahun banyak yang telah berubah dan berganti……
rasanya baru kemarin PKPT entah tahun brapa dulu saya ketika jadi mahassiswa dan tiang bendera ini di lokasi ini pula lah

Tiang bendera ini tetap saja seperti itu,
malam itu ..........dingin karena baru saja turun hujan........tampak genangan air di sekitar tiang bendera

malam minggu pula........

swaat itu
Anggota baru dan lama lebur menjadi satu
Bahkan aku sampai tidak memikirkan sudah berapa lama dan berapa kali aku mengunjungi pementasan2 ini


Di bawah tiang bendera
Blero menginjak Dewasa 12 th…..usia yang baru dan ibarat anak baru mimpi basah
Obrolan ini dan itu
M Ip yang mengapresiasi pertunjukan teman2
Mr, Tanto menjelaskan bagaimana tujuan yang hendak dicapai dengan perjalanan Blero yang akil Baligh ini ,
Wak Bon yang mendoakan kebaikan Blero kedepan

Zahra yang menginginkan bahwa nama Blero masih dikenal baik oleh struktural, dimana sampai hari ini mantan PR 3 UM Bp Kadim Masih ingat betul dengan Blero
tibalah saatnya aku harus mengemukakan omongan
Kalau aku hanya berpesan meneruskan saja pembicaraan tanto mengenai tujuan yang hendak dituju Blero kedepan saya sedikit mengutip siapa menabur pasti menuai, tanam yang baik hari ini insa allah baik ke depan
yang Jelek2 dulu waktu masa lalu seperti dibangunkan oleh PR 3 , kl bisa nanti yang membangunkan Rektor

kalau teman2 dapat mengambil hikmah dari peristiwa itu ialah dengan dibangunkannya teman2 oleh PR 3 merupakan cambuk dan pelajaran untuk bangun menatap ke depan

"mau jadi apa bangsa ini kalau jam segini pemudanya masih tidur' ??!!

terlepas baik atau buruk peran dari kami dan kita tinta sejarah telah ditorehkan dan semua telah menjalankan perannya
peran dari geberasi ke generasi
Blero bukanlah tujuan , namun Blero adalah sarana untuk mencapai tujuan yang lebih tinggi


maksud dari ideologi bukan dan jangan menjadikan Blero menjadi Ideologi itu salah kaparah
saya tidak jenak ketika hendak tidur ketika saya menceploskan ide jangan2 2050 Blero bisa menjadi suatu ideologi , maksud saya bukan demikian tuan2. Biarlah Blero sebagai kesenian dan kekeluargaan.
dan sampai detik ini tiang bendera itu tetap tak bergeming meskipun kami sudah berusaha mengangkatnya bersama
bahkan saya yakin dibawah tiang bendera di manapun ia menyimpan sejuta cerita dan saksi mengenai Nippon, sejuta cerita proklamasi, atau dibwah tiang sederhana di gunung2, di Puncak Semeru, atau dimanapun di bumi pertiwi ini
semoga di tiang2 bendera itu masih berkibar merah putih, dan di dalam dada kami dari Sabang sampai Merauke


lian 9 12 12 
nb: (tulisan belum fiks)

Jumat, 07 Desember 2012

Dr. Boyke

Dokter Boyke, ahli spesialis seksologi dan penanganan pasutri, menganalisa kehidupan dari kacamata ilmunya.

TAKDIR itu seperti 'perkosaan', jika tidak sanggup melawan, coba untuk menikmati.

PENDIDIKAN itu seperti keinginan untuk 'main perempuan', diperlukan uang dan kerja keras.

KEPERCAYAAN itu seperti tipisnya 'selaput dara', sekali hilang, maka akan hilang selamanya.

KESUKSESAN itu seperti 'masturbasi', hanya tanganmulah yang dapat meraihnya.

PENGHASILAN terutama gaji itu seperti 'menstruasi', hanya datang sebulan sekali, bertahan hanya sampai 4 atau 7 hari saja.

PERTEMANAN itu seperti 'payudara', ada yang asli, ada yang palsu...

Tapi TEMAN BAIK itu seperti 'kondom', mereka akan selalu melindungimu dari hal-hal buruk...

Terakhir SAHABAT SEJATI, mereka itu seperti 'viagra',  akan membuatmu bangkit di saat kamu tidak mampu berdiri...

pythagoras

Pythagoras mengundang teman-temannya untuk makan, tetapi ternyata pembantunya melalaikan perintahnya dan tidak menyiapkan makanan. Saat teman-temannya datang, dia tidak panik, malah tertawa. Dia berkata, Hari ini telah kita dapatkan hal-hal yang lebih mulia daripada alasan pertemuan kita ini, yaitu menahan kemurkaan, menguasai kemarahan, menggenggam kesabaran, dan menghiasi diri dengan kelembutan.

Rabu, 05 Desember 2012

Terjebak Layar dan cermin

apa sih tujuan film2 itu

saya sempat memikirkan keberadaan tayangan televisi yang selama ini bertubi2 menayangkan mulai iklan , kartun hingga film dewasa atau sinetron

sebenarnya apa sih tujuannya kalau selama ini TV justru dijadikan sarana pengglobalan dan multinasional corp......
keberadaan TV seharusnya bisa menjadikan media pendidikan yang berkesinambungan dan sosialisasi negara dalam menjalankan fungsi negaranya untuk pedidikan politik, sosial , budaya dll
sebagai media politik
hal tersebut dapat digunakan media propaganda, status quo, pencitraan dsb
sebagai media sosial budaya untuk menampilkan kebudayaan lokal dan yang local genius dsb
pembelajaran sosial dll

namun apakah selama ini perjalanan pertelevisian di negara kita sudah sesuai

kita melihat bahwa selama ini penayangan berputar pada trenseter, fun, food, fashion, sinetron yang tidak bermutu dsb

seharusnya TV menyajikan acara2 yang bermutu tinggi dan menarik, untuk kemajuan ilmu dan negara

yang menjadi dominan di era sekarang adalah komersil, yang dapat dijual, yang laku dan yang latah

dan tampaknya masyarakat kita masih senang dengan pola2 tsb

kemudian bagaimanakah tujuan2 film yang bersifat global..........film2 yang bersifat global adalah film2 yang dapat dinikmati semua kalangan dan negara. dia berusaha menembus semua kebudayaan dan aspek contoh film shaun the shep dia tidak memakai bahasa negara tertentu....namun menggunakan bahasa isyarat, mimik, gerak tokoh, namun justru yang demikian dapat ditangkap masyarakat seluruh dunia

itu salah satu contoh

kenapa dia mengambil dimensi global itu............
saya punya pandangan bahwa dengan diglobalkannya film itu menembus film2 yang local jenius di berbagai negara lainnya artinya film2 lokal mencoba untuk digeser dengan film2 yang menembus global tadi

kemudian kenapa banyak film2 yang bermodel personifikasi
maksudnya ape yo.........personifikasi tuh memanusiakan sifat kpd bnd mati
yaitu film2 yang memasukkan tokoh bukan manusia namun memerankan seolah2 sebagai manusia dan dapat berbicara dan berpikir

mengambil teori hiper realitas bahwa manusia sedang dijebak dalam realitas yang tidak sesungguhnya artinya dengan melihat film itu seolah2 kita percaya dan meyakini bahwa seekor domba yang bernama Shaun memiliki kepandaian yang luar biasa melebihi tuannya.

artinya dengan diulang -ulang atau repetisi terhadap otak bahwa dengan begitu pikiran kita coba dilemahkan sejak anak2

anak2 betah menonton TV berjam2 bahkan rela tidak bermain di luar bersama teman2 nya

sehingga aktifitas motorik kaasar dsb yang seharusnya dilatih di luar rumah hanya dilakukan dengan Joystick seperti Xbox, PS dsb

lebih jauh lagi bagaimana dengan media sosial lainnya....saya rasa juga hampir demikian ketika manusia tidak menikmati realitasnya di luar namun hanya dalam layar BBm, twitter atau layar FB mereka
dengan begitu secara sadar atau tidak pelemahan itu datang bertubi2 dari berbagai sisi untuk membodohkan manusia sebagai makhluk yang sebenarnya pandai

atau jangan jangan ketika saya menulis dan membaca ini saya sedang terjebak layar dan cermin?!

semoga bermanfaat

wallahu alam

lian 61212


kebenaran dan relatifitas

apakah anda pernah berpikir apakah selama ini apa yang anda lakukan itu benar. benar menurut siapa?diri anda atau benar mnurut orang lain?atau benar menurut Tuhan....kebanyakan dari kita memang banyak yang tidak mengetahui benar yang bagaimana. di Quran juga dijelaskan bahwa kita seringkali melakukan sesuatu yang sebenarnya Tuhan sendiri kurang suka dan banyak hal yang manusia tidak menyukainya namun itu merupakan jalan dari Tuhannya. sulit memang melakukan sesuatu sesuai dengan kehendak Nya.. namun tidak mustahil karena skenarionya sudah ditulis oleh Allah dalam firmannya. segala sesuatu tidak dapat diukur dari suka dan tidak suka. karena yang kita suka belum tentu baik bagi kita dan orang lain. manusia bisa saja suka2 melakukan sesuatu sekehendak hatinya namun bukankah itu dapat berefek kepada diri dan orang lain

amal

amal kebanyakan dari kita mengartikan sebagai infaq atau sumbangan berupa duit atau materi. amal diartikan sebagai kerja atau perbuatan yang bermanfaat. amal soleh berarti bekerja untuk kebaikan. tidak semua amal dilakukan dengan materi.  selama ini mendefinisikan amal identik dengan materi. bagaimana dengan doa apakah itu juga amalan. misalnya pada hari minggu ada kerja bakti desa ada yang menyumbang materi berupa duit, tenaga , pikiran dan doa. yang lain sedang berlomba untuk bekerja bakti ee malah wirid tan di langgar atau mushola...bagaimana yang demikian itu. tentunya allah punya aturan sendiri mengenai hal itu tapi yang jelas kerja keras nyata lebih bernilai di mata Allah daripada wirid pada situasi tersebut, karena itu menunjukkan kemalasan. ada kisah pada jaman Nabi pemuda yang giat sekali beribadah pokoknuya top urusan ibdah kemudian rosul menanyakan bagaimana dengan makannya orang itu, yang menyediakan segala kebutuhannya. ternyata yang menyediakan adalah saudaranya nya ...dan Rosul mengucapkan selamat kepada saudaranya yang memenuhi segala kebutuhannya itu untuk menyiapkan diri di Syurga....sungguh dari cerita tersebut dapat diambil hikmah bagaimana kita menggunakan amal kerja keras kita untuk sesuatu yang nyata ternyata lebih penting daripada doa untuk diri sendiri.......yang di dalamnya ada keegoisan untuk masuk syurga sendiri tanpa menghiraukan saudaranya yang sedang membutuhkannya....semoga kita jadi pelaksana amal soleh yang baik amin....wallahu alam bi showab.......yulian 61212