Cari Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label IDE. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IDE. Tampilkan semua postingan

Jumat, 07 Desember 2012

pythagoras

Pythagoras mengundang teman-temannya untuk makan, tetapi ternyata pembantunya melalaikan perintahnya dan tidak menyiapkan makanan. Saat teman-temannya datang, dia tidak panik, malah tertawa. Dia berkata, Hari ini telah kita dapatkan hal-hal yang lebih mulia daripada alasan pertemuan kita ini, yaitu menahan kemurkaan, menguasai kemarahan, menggenggam kesabaran, dan menghiasi diri dengan kelembutan.

Rabu, 05 Desember 2012

Terjebak Layar dan cermin

apa sih tujuan film2 itu

saya sempat memikirkan keberadaan tayangan televisi yang selama ini bertubi2 menayangkan mulai iklan , kartun hingga film dewasa atau sinetron

sebenarnya apa sih tujuannya kalau selama ini TV justru dijadikan sarana pengglobalan dan multinasional corp......
keberadaan TV seharusnya bisa menjadikan media pendidikan yang berkesinambungan dan sosialisasi negara dalam menjalankan fungsi negaranya untuk pedidikan politik, sosial , budaya dll
sebagai media politik
hal tersebut dapat digunakan media propaganda, status quo, pencitraan dsb
sebagai media sosial budaya untuk menampilkan kebudayaan lokal dan yang local genius dsb
pembelajaran sosial dll

namun apakah selama ini perjalanan pertelevisian di negara kita sudah sesuai

kita melihat bahwa selama ini penayangan berputar pada trenseter, fun, food, fashion, sinetron yang tidak bermutu dsb

seharusnya TV menyajikan acara2 yang bermutu tinggi dan menarik, untuk kemajuan ilmu dan negara

yang menjadi dominan di era sekarang adalah komersil, yang dapat dijual, yang laku dan yang latah

dan tampaknya masyarakat kita masih senang dengan pola2 tsb

kemudian bagaimanakah tujuan2 film yang bersifat global..........film2 yang bersifat global adalah film2 yang dapat dinikmati semua kalangan dan negara. dia berusaha menembus semua kebudayaan dan aspek contoh film shaun the shep dia tidak memakai bahasa negara tertentu....namun menggunakan bahasa isyarat, mimik, gerak tokoh, namun justru yang demikian dapat ditangkap masyarakat seluruh dunia

itu salah satu contoh

kenapa dia mengambil dimensi global itu............
saya punya pandangan bahwa dengan diglobalkannya film itu menembus film2 yang local jenius di berbagai negara lainnya artinya film2 lokal mencoba untuk digeser dengan film2 yang menembus global tadi

kemudian kenapa banyak film2 yang bermodel personifikasi
maksudnya ape yo.........personifikasi tuh memanusiakan sifat kpd bnd mati
yaitu film2 yang memasukkan tokoh bukan manusia namun memerankan seolah2 sebagai manusia dan dapat berbicara dan berpikir

mengambil teori hiper realitas bahwa manusia sedang dijebak dalam realitas yang tidak sesungguhnya artinya dengan melihat film itu seolah2 kita percaya dan meyakini bahwa seekor domba yang bernama Shaun memiliki kepandaian yang luar biasa melebihi tuannya.

artinya dengan diulang -ulang atau repetisi terhadap otak bahwa dengan begitu pikiran kita coba dilemahkan sejak anak2

anak2 betah menonton TV berjam2 bahkan rela tidak bermain di luar bersama teman2 nya

sehingga aktifitas motorik kaasar dsb yang seharusnya dilatih di luar rumah hanya dilakukan dengan Joystick seperti Xbox, PS dsb

lebih jauh lagi bagaimana dengan media sosial lainnya....saya rasa juga hampir demikian ketika manusia tidak menikmati realitasnya di luar namun hanya dalam layar BBm, twitter atau layar FB mereka
dengan begitu secara sadar atau tidak pelemahan itu datang bertubi2 dari berbagai sisi untuk membodohkan manusia sebagai makhluk yang sebenarnya pandai

atau jangan jangan ketika saya menulis dan membaca ini saya sedang terjebak layar dan cermin?!

semoga bermanfaat

wallahu alam

lian 61212


kebenaran dan relatifitas

apakah anda pernah berpikir apakah selama ini apa yang anda lakukan itu benar. benar menurut siapa?diri anda atau benar mnurut orang lain?atau benar menurut Tuhan....kebanyakan dari kita memang banyak yang tidak mengetahui benar yang bagaimana. di Quran juga dijelaskan bahwa kita seringkali melakukan sesuatu yang sebenarnya Tuhan sendiri kurang suka dan banyak hal yang manusia tidak menyukainya namun itu merupakan jalan dari Tuhannya. sulit memang melakukan sesuatu sesuai dengan kehendak Nya.. namun tidak mustahil karena skenarionya sudah ditulis oleh Allah dalam firmannya. segala sesuatu tidak dapat diukur dari suka dan tidak suka. karena yang kita suka belum tentu baik bagi kita dan orang lain. manusia bisa saja suka2 melakukan sesuatu sekehendak hatinya namun bukankah itu dapat berefek kepada diri dan orang lain

amal

amal kebanyakan dari kita mengartikan sebagai infaq atau sumbangan berupa duit atau materi. amal diartikan sebagai kerja atau perbuatan yang bermanfaat. amal soleh berarti bekerja untuk kebaikan. tidak semua amal dilakukan dengan materi.  selama ini mendefinisikan amal identik dengan materi. bagaimana dengan doa apakah itu juga amalan. misalnya pada hari minggu ada kerja bakti desa ada yang menyumbang materi berupa duit, tenaga , pikiran dan doa. yang lain sedang berlomba untuk bekerja bakti ee malah wirid tan di langgar atau mushola...bagaimana yang demikian itu. tentunya allah punya aturan sendiri mengenai hal itu tapi yang jelas kerja keras nyata lebih bernilai di mata Allah daripada wirid pada situasi tersebut, karena itu menunjukkan kemalasan. ada kisah pada jaman Nabi pemuda yang giat sekali beribadah pokoknuya top urusan ibdah kemudian rosul menanyakan bagaimana dengan makannya orang itu, yang menyediakan segala kebutuhannya. ternyata yang menyediakan adalah saudaranya nya ...dan Rosul mengucapkan selamat kepada saudaranya yang memenuhi segala kebutuhannya itu untuk menyiapkan diri di Syurga....sungguh dari cerita tersebut dapat diambil hikmah bagaimana kita menggunakan amal kerja keras kita untuk sesuatu yang nyata ternyata lebih penting daripada doa untuk diri sendiri.......yang di dalamnya ada keegoisan untuk masuk syurga sendiri tanpa menghiraukan saudaranya yang sedang membutuhkannya....semoga kita jadi pelaksana amal soleh yang baik amin....wallahu alam bi showab.......yulian 61212

kejernihan pikiran

selama ini yang menjadi musuh manusia adalah kebodohan dan atau sengaja dibuat bodoh.kemiskinan juga mendekatkan pada kesesatan atau kemusrikan. apakah yang dimaksud dengan kejernihan pikiran. kita pasti membayangkan seorang filosof yang duduk diam diatas batu sambil memikirkan sesuatu.....tidak ada salahnya namun selama ini apakah kita telah memanfaatkan pikiran dan anugrah otak untuk membantu manusia untuk terlepas dari belenggu kebodohannya. Tuhan menganugrahkan cipta, rasa dan karsa, akal budi dalam diri manusia berbeda dengan malaikat dan hewan. bila malaikat tunduk taat patuh dan taqwa sepanjang masa. hewan tunduk pada naluri kehewanannya. bagaimana dengan manusia apakah dia berada di tingkat taatnya atau naluri nafsunya. semua itu bergantung cara manusia berpikir, paradigma dan persepektifnya. satu hal dapat berdimensi jamak, luas .....manusia dapat mendefinisikan seolah-olah dia merupakan Tuhan........bahkan lebih estrim lagi tidak ada yang berkehendak selain dirnya pikiran idenya. manusia dianugerahi kemampuan untuk menterjemahkan ayat2 Nya di dunia ini namun selama ini apakah kita sudah melakukan itu ataukah mengabaikannya. Albert Einstein saja dia menemukan teori raksasa itu cuma menggunakan 10 persen otaknya...bagaimana jika 90 atau 100 persen bisa2 manusia jadi sombong dan mngaku dirinya adalah Tuhan.......Namun begitu manusia masih dibatasi tabir ilmu Allah . tabir ilmu yang Maha Luas seluas langit dan bumi dan belum tentu serta pasti kita tidak mampu menjangkau ilmu itu. ilmu manusia merupakan ilmu makhluk, ilmu Allah ilmu abadi, yang seandainya dibukakan tentu kita tidak akan mampu...........wallahu alam bi showab yulian61212................

siratal mustakim

Pada masa kita kecil dulu sering kita mendengar cerita mengenai siratal mustakim dari orang tua dan guru kita.Orang tua saya pun menggambarkan bahwa nanti siratal mustakim seperti rambut manusia yang dibelah menjadi tujuh.....betapa kecilnya dan kita melewatinya. dalam benak saya betapa sulit dan berlikunya kita akan melewati siratal mustakim tersebut. coba dulu kita jika berjalan di galengan sawah satu atau dua kali kita akan terperosok dii jalan galengan itu. padahal jaln galengan itu tidak sekecil siratal mustakim. intinya manusia secara fisik pasti tidak mampu melewati rambut yang dibagi tujuh tersebut.namun dengan berlangsungnya waktu....pada waktu itu ada pengajian di Landung sari Malang dan disitu dijelaskan bahwa siratal mustakim yang dijelaskan oleh Kyai tersebut merupakan "jalan yang lurus, konsisten dan istiqomahlebih lanjut dari situ bahwa pemaknaan terhadap siratal mustakim merupakan upaya totalitas penyerahan diri manusia untuk konsisten terhadap jalan yang lurus menuju Tuhannya. jalan itu tentunya tidak mudah dan mulus pasti banyak gangguan2 di sepanjang jalan tersebut. semoga bermanfaat.....wallahu alam bi showab...................Yulian 61212









Panggung kehidupan

panggung kehidupan
panggung sandiwara

pada masa 90 an di telinga kita sering mendengar lagu Panggung Sandiwara Ahmad Albar

''dunia ini ...panggung sandiwara...ceritanya mudah berubah.....ada peran wajar dan ada peran berpura-pura. Setiap insan dapat satu peranan..........yang harus kita mainkan.....dst.......
begitu pula dalam pertunjukan teater sering kita liat
dalam panggung teater selebar 3x7 saja kita dipenuhi aturan aturan mengnai segala macam yang berkaitan dengan panggung dan drama turgi

mimik, gerak, bloking, lighting, penokohan, plot dan banyak lagi lainnya

seperangkat peran tersebut di berikan dari sutradara kepada pemeran pemain tiap2 tokoh

berbagai peran dijalankan dan menurut dengan sutradara
peran protagon, antagon, dll
peran saudagar, pengemis, penari, pelawak dsb

dalam pementasan yang besar di panggung diperlukan seperangkat aturan mengenai menejemen

planing, organizing, action, and control

singkatnya segala yang akan direncanakan harus sesuai dan sebisa mungkin dapat berjalan dengan mulus demi berjalannya pertunjukan tsb

setelah pertunjukan selesa i tidak berhenti sampai disitu

ada seperangkat evaluasi dimana apakah peran yang dilakukan dll sesuai dengan karep dari sutradara atau dalangnya cerita

kalau di dalam panggung kecil 3x7 saja seperti itu

bagaimana dengan panggung besar ini

kehidupan manusia yang sebenarnya........tuntutan peran yang harus dimainkannya serta kehendak sutradara Besar
yang membimbing jalannya sandiwara besar kehidupan

dimana script waier nya adalah Tuhan dan skenarionya berada di Kitab Suci dan alam
apakah kita telah konsisten menjalankan peran2 kehidupan kita? semoga

bagaimanakah manusia memaknai hkikat kehidupannya dalam persandiwaraan dan senda gurau ini

bukankah kehidupan ini senda gurau Belaka

wallahu alam bi showab

yulian 61212

phobia

apa sich phobia
aku mengartiukan katakutan yang sangat terhadap sesuatu

bisa benda atau yang lainnya
kenapa phobia bisa terjadi.....mungkin pengalaman masa lampau...atau juga ketakutan yang tidak beralasan
pokoknya takut

phobia bermacam2......seperti phobia ketinggian, phobia serangga, reptil, buah, dan banyak lagi

aneh juga saya punya teman phobia dengan buah salak (Novi namanya).......apapun bagian dari salak dia takut entah biji, buah kulit tanamannya....mungkin pengalaman masa kecil yang menyebabkan sampai segitunya

ada juga yang phobia dengan buah pisang.....bila liat pisang waduh langsung pucet

ada lagi yang phobia sama rambutan.....liat rambutan buah maupun tanamannya bisa marah2 namanya Mbak Cahya

ada juga yang phobia dengan ular (Deni)........saya pun juga takut sama ular, namun anehnya banyak orang juga tak takut sedikitpun terhadap ular (Tanto)

fiuh manusia memang punya sejuta cerita, keberanian dan ketakutannya

tapi sampai sekarang aku tetep takut dengan T- rex, Raptor, Ular, Buaya dan sebangsanya
mungkin memang Tuhan menciptakan ketakutan2 dalam diri manusia agar manusia tidak sombong dan menyadari kelemahannya................wong dikasih rasa takut saja juga masih sombong..
apapun itu ketakutan pasti ada dalam diri manusia
tergantung bagaimana menejemen dan penguasaannya

wallahu alam bi showab
yulian 51212

Senin, 03 Desember 2012

perempuan dan iklan

sekarang kalau kita nonton TV pasti yang kita lihat banyak artis2 iklan yang cantik, molek , putih dan bahenol
ndak ada yang salah dengan cewek2 itu, enak aja
tapi sadarkah bahwa ada eksploitasi dengan keberadaan iklan tersebut
eksploitasi keberadaan wanita dalam iklan tersebut

harus langsing, harus putih, harus tinggi , harus cantik dsb dan harus pakai produk tertentu

lha ini ni ....harus pakai produk tertentu dan wajib disinilah letak eksploitasi tersebut salah satunya

karena apa dengan mengharuskan memakai roduk tertentu kita konsumen dipaksa agar canti, langsing, mulus dasb

dengan serentetan hal yang dipaksakan dan dipaksakan beli produk tertentu itu dan dipaksakan lagi seperti iklan itu

pemakaian high hill yang 20 cm dll bukankah itu menyiksa

mengeluarkan uang jutaan rupiah hanya untuk kuku....wow dll

sadar deh definisi cantik ga harus berkiblat pada eropa

sementara ini eropa jadi kiblat, trenseter yang wajib diikuti why

karena memang disana punya misi untuk jadi treseter

bukankah kita punya standar cantik sendiri

nenek moyang kita juga punya aturan sendiri tentang kecantikan, bagaimana merawat diri, kulit dll

cantik yang inner beauty dsb

sungguh selama ini terlalu mainstream bahwa cantik harus ngikut Barat

kitapun punya jalan sendiri. jalan yang tidak dapat dipaksakan atau digilas oleh global

semua sedang digilas dengan narasi besar tapi tidak seharusnya buldoser itu menghancurkan budaya kita

nuhun, indonesia jaya

yulian 41212

bias iklan televisi

bias iklan televisi

siapa yang tidak mengenal TV. suatu alat elektronik penyampai media gambar dan suara
pada masyarakat yang mempunyai tradisi lisan. tv tidaklah penting karena masyarakat menyampaikan ide dan gagasan melalui folklor. pada masyarakat modern penyampaian sudah lebih canggih melalui media digital .


folklor milik masyarakat kolektif penyampainya, dan keunikan yang khas dimili9kinya, selain sebagai penyampai pesan dalam penyampaian folklor berisi nilai tata guna nan etika kalau bahasa lokalnya kesantunan

namun era media layar ini merubah masyarakat kita yang dulunya menikmati tadisinya, diubah dalam era layar yang sekarang identik dengan layar lebar yang datar dan layar sentuh

dengan maraknya TV menjadikan arus lisan mulai tergusur begitu pula teater rakyat

maraknya iklan di televisi hampir melebihi pasir di lautan
iklan merupakan usaha marketing untuk mempengaruhi konsumen agar tergiur suatu produk

namun yang terjadi seringkali iklan2 sangat sarat dengan bias2
bias jender, bias kapitalisme, bias dotrinasi, bias politik, kampanye pencitraan dll

suatu contoh iklan yang sangat bias pemaksaan dalam bawah sadar..... anak sehat makan ....tiap pagi.

bukankah itu mengidentikkan bahwa anak supaya sehat harus memakan produk tertentu, dan wajib membelinya kemudian bahwa tiap pagi anak harus makan produk tertentu tersebut

terlebih lagi yang mengerikan adalah pengulangan iklan tersebut/ repetisi iklan yang penayangannya setiap menit , jam, atau hari dengan jumlah intensitas iklan tersebut memberikan pengaruh yang luar biasa

contoh penayangan iklan rokok, mengidentikkan dengan lelaki yang sejati......bahwa apabila tidak merokok tidak seperti lelaki sejati dsb

iklan yang bias jender misalnya iklan sabun cuci yang mengharuskan ibu2 harus menggunakan sabun tersebut setiap mencuci baju dan apabila tidak memakai sabun tersebut cucian tidak bersih. dan seringkali abgian2 dalam dimensi domestik tersebut digambarkan oleh perempuan
namun belakangan aktor2 (lelaki) juga mulai merambah iklan-iklan sabun cuci, sabun colek, dan sabun sabun lainnya.

yulian f. 41212




sejarah dan legitimasi (knowledge, history and power)

apa sich sejarah ..........????? cerita masa lampau, atau cerita aktivitas manusia, atau Hi-story cerita tingkat tinggi mengenai mitologi-mitologi kita atau klenik , atau jejak silsilah, atau penggalan masa silam dll......terserah elu mau bikin definisiyang jelas itulah manusia dia punya track record dalam kehidupannya....entah baik, buruk, bahkan kitapun pasti meninggalkan jejak rekaman sejarah.......tinggal populer atau gak....dan terdokumentasi atau gak

artinya apa .....kita punya tanggung jawab besar terhadap keberlangsungan esok......karena yang terjadi esok adalah kelanjutan hari ini...

lha terus.........buatlah catatan yang baik kalo gitu
catatan untuk anak cucu mu......keluargamu.......desamu.......kotamu........sekolahmu.......negerimu dan bumimu......................hhehehehehehehe


jejak dan catatan sejarah kita sepertinya terlalu banyak dipenuhi oleh legitimasi penguasa.
sejarah milik pemenang dan penguasa . itu bukti bahwa banyak buku buku mainstream yang dikuasai oleh kolonial. kita tida berkutik. terlalu eropa sentris lah belanda sentris lah dsb
kita perlu yang indonesia sentris, yang sudut pandang egaliter kerakyatan. knowledge is power
and history is power dan yang lebih mengerikan knowledge history is power...............wow

siapa yang menguasai sejarah dan ilmunya bahaya banget itu......contohnya orde baru itu 32 tahun dapat mengendalikan karena dia punya power, knowledge dan history

lha wong kita punya satu aja bisa kuat ....misal kita punya knowledge gitu aja bisa nguasai dunia apalagi kalau punya ketiganya bukannya lebih hebat lagi

kesalahan kita kebanyakan terlalu sering melupakan penggalan sejarah itu. meskipun kau punya power tapi lupa sejarah hati2 bisa masul lubang lah kau

kalau punya tiga itu knowledge, history and power wah bisa bikin legimen   eh bukan lek gimen tapi legitimasi

apa sich itu ? yach semacam pelanggengan kekuasaan gitu kayak orba lah sedikit conto

atau pakai legitimasi silsilah misal aku ilo keturunan teko Superman hahahahahahahaha
sering kali kita dengar demikian itu

keturunan ini, itu , keraton, darah biru, ijo, pink dsb

legitimasi macem2

4 desember 2012
yulian firdaus


Sabtu, 17 November 2012

Cak Nun Cak Fuad Maiyah

Mazhab-Mazhab Sesat
 
Sekarang, lebih banyak ulama yang gemar mengeluarkan orang dari Islam dibanding meng-Islamkannya (Cak Nun-Maiyah)
 
Maiyah Rebo Legi Bersama: Cak Fuad, Cak Nun  dkkJM
 
Hari beranjak siang tatkala Cak Fuad memulai obrolan. Matahari awal musim hujan tidak terlampau menyengat. Kami mengawali obrolan dengan tema ringan hingga tanpa sadar akhirnya  memasuki isu-isu “serius” yang membuat  bulir-bulir keringat kerja bakti Mas Azzam Masai berubah menjadi  hujan. Kemudian, sampailah diskusi pada refrain: ”Menurut pengalaman di berbagai tempat mengisi kajian,” demikian Cak Fuad,” jika sedikit saja isi kajian saya menguntungkan pihak Syiah maka dengan segera  saya dianggap membela syiah. Demikian pula saat saya mengisi kajian di tempat lain, jika sedikit saja isi kajian itu dianggap menguntungkan kelompok yang tidak mereka kehendaki, maka dengan segera  mereka mengatakan saya membela A, B, C dan seterusnya. Uniknya, jika sedang mengisi kajian di kelompok A saya dianggap membela B. Sementara di kelompok B, saya dianggap membela kelompok A,” Cak Fuad tertawa kecil.
 
Jadi kukira, lebih kurang skenario mainstream ummat Islam seperti  ini Kawan: Sepeninggal Rosulullah, setiap kelompok memiliki cara pandang/ tafsirnya sendiri atas al Qur’an, Sunnah, Hadits Nabi dan sejarah peradaban Islam. Ada sebagian kelompok yang memandang bahwa  Islam itu harus mutlak-tlak seperti zaman Rosulullah. Baik itu sholatnya, wudhunya, cara membaca Qur’an, cara berpakaian, cara makan  hingga cara bepergian.  Maka jangan heran jika sekarang ada seorang ustadz yang mengaku kepada saya kalau,”Fokus saya sekarang ini adalah melakukan training wudhu dimana-mana. Kemarin saya mengisi training wudhu di Kediri. Di gedung  A. Pesertanya banyak. Sekarang akan saya kembangkan ke kota-kota lain.” Begitu aku sang ustadz dengan gagah. Kelompok ini biasanya mengurus  soal ibadah  mahdoh sampai ke tingkat yang sangat detil dan memandang kejayaan Islam itu ada di masa lalu. Sehingga, pendekatannya juga cenderung melulu pada soal-soal ibadah mahdoh serta sifatnya individual. 
 
Ada pula kelompok yang memandang Islam itu mutlak seperti zaman Rosulullah dalam “spiritnya”. Misalnya jika Rosulullah mengenakan jubah diatas mata kaki, itu spiritnya untuk melawan kesombongan penduduk Mekkah yang suka bersombong-sombong dengan memperpanjang jubahnya hingga menyeret tanah. Jadi, yang semestinya diambil sebagai pelajaran adalah spiritnya, yaitu: tidak menyombongkan diri dengan pakaian atau dengan media apa pun. Bukan pada bentuk pakaiannya.
 
Sedangkan  kelompok yang lain memisahkan antara Islam dan Budaya Arab masa itu. Misalnya jika Rosulullah bepergian dengan mengendarai onta, maka sekarang tidak harus mengendarai onta. Jika masa Rosulullah azan tidak pakai pengeras suara, itu karena dulu belum ada. Dan jika Rosulullah mengenakan jubah dan surban, itu bukan karena jubah dan surban adalah identitas Islam, tapi karena itu merupakan budaya Arab saat Rosulullah hidup bahkan hingga sekarang. Sebab, Abu Jahal, Abu Lahab, Abu Sufyan dan seluruh orang kafir Mekkah juga mengenakan jubah dan surban yang sama dengan yang dikenakan Rosulullah.
 
Semakin jauh dari masa Rosulullah, semakin banyak dan semakin mekar perbedaan cara pandang atas ajaran Islam. Bisa jadi, sebetulnya tidak jadi masalah berbeda dalam cara pandang asalkan  tidak sampai ke level akidah. Tapi, perbedaan cara pandang itu kemudian menimbulkan keretakan diantara ummat Islam sendiri karena paling sedikit dua hal. Pertama,  ummat Islam tidak belajar dengan serius dan kritis  agar mengetahui mana wilayah akidah yang tidak boleh berubah sama sekali dan mana wilayah tafsir yang bisa berubah sesuai dengan perkembangan zaman.
 
Sedangkan yang kedua, dari ketidakseriusan dan ketidakkritisan belajar itu, lahir cara pandang mata kuda. Sehingga, apa pun yang tidak sesuai dengan apa yang dia pelajari akhirnya dianggap “sesat”. Baik itu sesat di satu meter pertama, sesat dikilometer pertama  maupun  sesat yang sudah ratusan kilometer.
 
Karena itulah perlu dikaji ulang agar kita menemukan titik yang tepat dimanakah letak “kilometer nol sesat” itu.  Jangan-jangan,  kita semua ini dengan apa yang telah kita yakini dan jalankan sebenarnya termasuk golongan “sesat”. Karena sesungguhnya, yang diharapkan  Allah itu bukan bagaimana cara wudhumu, cara sholatmu, cara puasamu. Bukan pada berapa ribu kali engkau mengkhatamkan Al Qur’an dalam satu tahun atau bagaimana tafsirmu atas al Qur’an dan kehidupan Rosulullah, dst. “Tapi, apakah selama kamu hidup di muka bumi ini benar-benar kau kerahkan seluruh energi dan potensi yang kau miliki untuk berlari  menuju AKU atau sebenarnya engkau berlari mengejar nafsu(baca: surga)mu  sendiri, sehingga sejatinya AKU tidak penting bagimu.”
 
Hari benar-benar telah siang, maka kami berjanji melanjutkan obrolan bersama  teman-teman Maiyah pada kajian Maiyah Rebo Legi, Jumat 16 Nopember 2012 jam 19.00-selesai. Di Halaman Masjid Ibadurrahman (sebelah rumah Cak Fuad) Landungsari, Malang