Cari Blog Ini

Sabtu, 09 Maret 2013

menghitung derajat, 1 karvak, menit, detik

keliling bumi di khatulistiwa tuch 40.075,02 km.
Trus kalo dalam satuan derajad keliling bumi pasti 360 derajad, dan 1 derajad itu 60 menit, dan 1 menit 60 detik.
Jadi umpama menghitung jarak 1 derajat 10 menit itu artinya
Hitung dulu 1 derajat 12 menit itu berapa derajat? (1,2 derajat)
40.075,02 x (1,2/360) = 133.58km
Semoga mengerti biarpun agak rumit.
Catatan bentuk Bumi tuch g bulat tapi agak elips, jadi metode diatas dengan asumsi bumi itu benar2 bulat.

----

----



Menghitung 1 derajat di Katulistiwa atau lintang 0 derajat
1drajat =111 km
diperoleh dari 40000kmx<1/360drajat>


kalau peta dalam gunung hutan
untuk yang biasa senang ndaki
kita bisa menghitung perkiraan kita sebagai berikut

contoh:

Pada peta ini, satu kotak (atau sering disebut satu karvak) lebarnya adalah 3.7 cm. Pada skala 1:25.000, satu karvak sama dengan 30 detik (30"), dan pada peta skala 1:50.000, satu karvak sama dengan 1 menit (60").

1" brp km
1 drajat = 60 menit
jadi 111 km/60=1,85 km

jd 1 menit =1,85 km
--------------------------1 karvak =30 detik
berarti 2 karvak =1menit
menghitung perkarvak
1.85/2=0,925km

---------------------------------
jadi bila dalam skala peta 1:25000
dalam 1 karvak ada 3,7 cm x 25000=92500 cm
dijadikan km adalah 0,925 km


-------------

Kalo dalam skala 1:50000
dalam 1 karvak adalah 3,7 cm x 50000=185000cm
dijadikan km adalah 1,85 km

semoga bermanfaat
catatan
permukaan bumi bukanlah medan yang bulat sempurna
jadi ada banyak variasi ketinggian dan cekungan
ini merupakan asumsi dasar
semoga bermanfaat

10/3/13
---------------------------

Jumat, 08 Maret 2013

masa berburu dan mengumpulkan makanan atau masa prasejarah

Masa berburu dan mengumpulkan makanan
Masa berburu dan mengumpulkan makanan (food gathering and hunting period) adalah masa dimana cara manusia purba mengumpulkan makanan-makanan yang dibutuhkan mereka untuk bertahan hidup adalah dengan berburu dan mengumpulkan makanan yang tersedia dari alam (sungai, danau, laut, dan hutan-hutan yang ada di sekitar tempat bermukim mereka pada saat itu). Masa Berburu dan Mengumpulkan makanan terjadi pada masa Paleolithikum (zaman batu tua), yang berbarengan dengan kala Pleistosen yang terjadi sejak 2 juta tahun yang lalu. Masa berburu dan mengumpulkan makanan berlangsung selama 600.000 tahun


A. Kebudayaan & Alat Yang Dipergunakan

Dalam kehidupannya dan perburuan serta pengumpulan makanan, para manusia purba masa berburu dan mengumpulkan makanan menggunakan alat-alat yang terbuat dari batu, tulang, duri ikan, dan tanduk.Alat-alat tersebut masih berbentuk sangat sederhana. Mereka dibentuk dengan membenturkan batu ke batu lain untuk mendapat hasil yang kurang lebih diinginkan oleh para manusia tersebut tanpa dihaluskan terlebih dahulu. Oleh karena itu, permukaan dan bentuk dari alat-alat ini masih kasar. Peninggalan kebudayaan pada masa ini banyak ditemukan dari daerah Pacitan, Jawa Timur dan Ngandong.

Contoh dari alat-alat yang digunakan pada masa ini adalah :

    Kapak Genggam (Hand Axe) untuk menggali, memotong, dan menguliti bintang
    Kapak Perimbas (Chopper) untuk merimbas kayu, pemecah tulang, dan senjata
    Flake (Alat serpih) untuk mengiris daging dan memotong umbi


Flake ada dua bagian, yaitu bagian yang kerucut menonjol (Bulbus) atau yang lebar dan rata (Striking Plattform).


Flake

Jenis Flake :
i. Gurdi (untuk memotong)
ii. Pisau (untuk memotong)
iii. Tombak (untuk menombak).

    Alat-alat yang terbuat dari tulang dan tanduk, seperti ujung tombak, ala pengorek ubi, serta tanduk menjangan



B. Manusia Pada Masa Berburu dan Mengumpulkan Makanan

Pada masa berburu dan mengumpulkan makanan ini, dihuni oleh manusia-manusia purba jenis pithecanthropus dan homo. Yang dominan hidup pada masa ini adalah :
- Pithecanthropus Erectus
- Homo Erectus
- Homo Soloensis
- Homo Wajakensis


C. Corak Kehidupan Pada Masa Berburu dan Mengumpulkan Makanan
Pada tahap berburu dan mengumpulkan makanan ini, para manusia purba tidak hidup secara menetap pada satu tempat secara permanen, melainkan secara nomaden (Tidak menetap di satu tempat), karena mereka mengandalkan alam sepenuhnya untuk persediaan makanan, mereka akan mencari bahan makanan di tempat baru setelah di tempat yang lama telah habis pesediaan makanannya. Walau begitu, mereka tidak sepenuhnya nomaden, karena mereka masih tinggal sementara di suatu tempat tertentu, sehinga disebut seminomaden

Para manusia purba tersebut tinggal di kawasan yang berupa padang rumput dengan semak belukar dan hutan kecil di sekitarnya, dekat dengan sumber air, danau, dan rawa. Di kawasan itu, mereka tinggal pada gua-gua yang ada, karena gua-gua tersebut terbilang aman dari serangan musuh dan binatang buas dan siap pakai tanpa harus dibuat lagi. Gua yang mereka tinggali bisa berupa gua alam (cave) atau gua payung bukit karang (abris sous roche). Mereka menggunakan gua sebagai pangkalan / markas, mereka pergi mencari makanan pada pagi hari dan pulang ke gua mereka pada saat hari sudah sore. Besoknya mereka pergi mencari makanan lagi, tapi ke arah berbeda dari yang mereka tempuh pada hari sebelumnya.

Makanan yang biasanya dicari dan dimakan oleh para manusia purba meliputi tumbuhan-tumbahan, buah-buahan, biji-bijian, dan akar-akaran yang ditemukan oleh mereka, dan daging hewan-hewan seperti rusa, kerbau, banteng, tapir, monyet, gajah, dan kuda nil. Awalnya daging hewan ini dimakan mentah-mentah, karena api belum ditemukan. Sesudah api ditemukan, daging mulai dibakar dengan dimasukkan langsung ke api untuk melunakkan serat daging tersebut, sehingga lebih mudah dimakan dan dicerna oleh manusia purba


Dalam kehidupannya sehari-hari, para manusia purba membentuk kelompok berburu dan pengumpul makanan yang tersusun dalam satu keluarga. Jumlah orang yang terdapat dalam satu kelompok berburu dan pengumpul 10 – 20 orang per kelompok berburu. Laki-laki yang lebih kuat ditugaskan untuk berburu hewan–hewan besar dan buas, karena pekerjaan ini memerlukan tenaga yang cukup besar untuk menghadapi segala bahaya yang mungkin terjadi. Dan perempuan hanya bertugas untuk menyelesaikan pekerjaan yang ringan misalnya mengumpulkan makanan dari alam sekitarnya, serta mengurus anak.

Manfaat manusia purba membentuk kelompok-kelompok berburu dan mengumpulkan makanan ini diantara lain adalah untuk mengefektifkan dalam:
- Menghadapi serangan musuh bersama
- Berburu dan meramu bersama
- Menghadapi serangan binatang buas, sehingga bisa dihadapi bersama
- Menghadapi bencana alam bila terjadi
- Mobilitas/kecepatan pergerakan kelompok dari satu tempat tingal ke tempat yang lain

Manusia purba pada masa berburur dan mengumpulkan makanan ini belum mengenal apa yang disebut dengan kepercayaan.


sumber:
Wuryantoro, Edhie. 1997. Sejarah nasional dan Umum. Jakarta : Balai Pustaka
 Pada masa berburu dan meramu tingkat lanjut, di Indonesia sudah ada usaha-usaha untuk bertempat tinggal secara tidak tetap di gua-gua alam, utamanya di gua-gua, yang setiap saat mudah untuk ditinggalkan, jika dianggap sudah tidak memungkinkan lagi tinggal di tempat itu.

1) Keadaan lingkungan
Api sudah dikenal sejak sebelumnya, karena sangat bermanfaat untuk berbagai keperluan hidup, seperti untuk memasak makanan, sebagai penghangat tubuh, dan untuk menghalau binatang buas pada malam hari.
Terputusnya hubungan kepulauan Indonesia dengan Asia Tenggara pada akhir masa glasial keempat, terputus pula jalan hewan yang semula bergerak leluasa menjadi lebih sempit dan terbatas, dan tenpaksa menyesuaikan din dengan lingkungan baru. Tumbuh-tumbuhan yang mula-mula ditanam adalah kacang-kacangan, mentimuri, umbi-umibian dan biji-bijian, seperti juwawut, padi, dan sebagainya.

2) Keberadaan manusia
Ada dua ras yang mendiami Indonesia pada permulaan Kala Holosin, yaitu Austromelanesoid dan Mongoloid. Mereka berburu kerbau, rusa, gajah, dan badak, untuk dimakan.
Di bagian Barat dan utara ada sekelompok populasi dengan ciri-ciri terutama Austromelanesoid dengan hanya sedikit campuran Mongoloid. Sedangkan di Jawa hidup juga kelompok Austromelanesoid yang lebih sedikit lagi dipengaruhi oleh unsur-unsur Mongoloid. Lebih ke timur lagi, yaitu di Nusa Tenggara sekarang, terdapat pula Austromelanesoid.

3) Teknologi
Ada tiga tradisi pokok pembuatan alat-alat pada masa Fos Plestosin, yaitu tradisi serpih bilah, tradisi alat tulang, dan tradisi kapak genggam Sumatera Persebaran alatnya meliputi Pulau Sumatera, Jawa, Sulawesi, Nusa Tenggara Timur, Maluku, dan Papua Alat tulang ditemukan di Tonkin Asia Tenggara sedangkan di Jawa ditemukan di Gua Law Semanding Tuban, di Gua Petpuruh utara Prajekait dan Sodong Marjan di Besuki. Kapak gengga Sumatera ditemukan di daerah pesisir Sumater Utara, yaitu di LhokSeumawe, Binjai, dan Tamiang..

4) Masyarakat
Manusia yang hidup pada masa berburu dan mengumpulkan makanan tingkat lanjut, mendiami gua-gua terbuka atap gua-gua payung yang dekat dengan sumber air atau sungai sebagai sumber makanan, berupa ikan, kerang, siput, dat sebagainya. Mereka membuat lukisan lukisan di dinding gua, yang menggambarkan kegiatannya, dan juga kepercayaan masyarakat pada saat itu.

Kamis, 14 Februari 2013

agenda reformasi yang belum usai

agenda reformasi belum usai
1998 merupakan tonggak reformasi
untuk mengembalikan tatanan kehidupan yang lebih baik
berbagai macam faktor, cara dan tyujuan untuk memperbaiki negara indonesia
agenda pembebasan kkn, supremasi hukum, kepercayaan, ekonomi, ekonomi, sembako semangat bakar toko, semua telah trjadi pada tahun tsb

sekarang sudah 2013 bagaimana apakah sudah terlaksana agenda reformasi itu
kkn masih menjadi, konflik, sara, otoda yang korup dan lahan empuk orang besar , kkn. krisis, sembako sulit dll

hukum masih belum adil dan timpang
bagaimana anak menteri yang menabrak orang sampai mati

bagaimana kasus korupsi pejabat toh aman saja

penjara tingkat dewa

fasilitas lengkap

artis yang ketangkap video porno malah laris manis

matok anggaran sewa milyaran

 mau jadi negeri gendeng kah

ndak ada yang bisa di not

sebetulnya masih banyak orang yang baik dan jujur

yang tidak terekspose kamera atau handycam


negeri ini seperti masih dalam mainan orang2 yang salah tempat, harusnya mereka dipilih untuk memperbaiki keadaan, bukan memperkaya diri mereka sendiri dan kkn
indonesia masuk jajaran negara terkorup, terjelej attitude, terbelakang, terbodoh, terrakus dan ter lainnya

 semoga kita masih bisa meneladani orang bijak dan baik seperti sosok semar

ojo dumeh

eleng lan waspodo

urip gur mampir ngombe

2013/14/2


Rabu, 30 Januari 2013

rindu kami Rosulullah

 semoga jibril meyampaikan ya Allah..srindu kami padamu ya Rosulullah, rindu yang berabad jarak. 15 abad ya allah telah berlalu dari waktu mu dan berpisah dengan RosulMU ya Allah. kerinduan ini mungkin tak terberi, kerinduan pada kekasih Allah, kerinduan akan kebaikan. kerinduan akan candaan, kerinduan akan tauladan, kesederhanaanmu, dan banyak lagi. kami pun sadar hamba Allah tak akan menemani selamanya, apa yang biasanya hadir pasti akan hilang, dalam sebuah kerinduan. Ya Rosullallah..aku yakin engkau masih ada disana bersemayam dalam kedamaian. salam dalam rahman Allah. sungguh yang berada di jalan Allah tidaklah mati. semoga kami berada dalam lingkaranmu ya Rosulallah. bersama kekasih Allah yang lain. kekasih abadi Allah.seandainya kau hadir disini, merajut kembali rahmatan lil alamin, berdamai di bumi ya mulai renta ini. engkau hadir
 tapi engkau tidak suka dipuji berlebihan, salam dan salawat ku ya Rosul, allahuma soli ala Muhammad ya Rabi soli ala ihi wa salim allah huma soli alal Muhammad ya Rabi soli u wasila