Cari Blog Ini

Sabtu, 05 Januari 2013

otak dan fisik

just bikin coretan
manusia yang baik adalah manusia yang memberikan kemanfaatan pada yang lain
yang amal kerja kerasnya membantu orang lain. meninggikan orang lain.
tidak mencari kejelekan orang lain namun menggali kebaikan orang lain


dua hal bila kita ingin sukses, tapi masih ada variabel lain yaitu Tuhan
pakai otakmu atau fisikmu
kalau kamu ndak ganteng atau ndak cantik, tenaga kecil dan fisik pas
artinya kamu harus memaksimalkan kemampuan otakmu untuk menghadapi kehidupan ini

ada pula pengandal fisik ya tahu sendiri lah siapa dan apa
bagaimana jika kemampuan otak sedang sedang saja
itu artinya tingkatkan kemampuan otakmu menjadi beberapa kali
toh einstein saja masih menggunakan 10 % kemampuan otaknya
bagaimanapun juga sebenarnya otak dan fisik tak bisa terlepas sama sekali
orang yang pake fisik ya pake otak juga kok
begitu pula yang pake otak ya butuh tenaga fisik juga
memang kalau bisa ya harus selaras satu sama lain

kalau ndak pake otak dan ndak pake fisik
itu sama artinya belum bisa menggunakan anugrah
gimana kalau ndak mampu
berdoa aja ke Tuhanmu semoga kamu dibantu juga




Jumat, 04 Januari 2013

camping

setiap bulan juni pada masa bulan kering dan nggak hujan
muncul gejala demam saya untuk naik gunung

gejala itu muncul karena kerinduan terhadap jalan2 ke gunung bersama teman2
kerinduan menikmati pemandangan, ciptaan, dsb
mungkin bagi banyak orang kegiatan ini begitu tidak penting
tapi bagi saya pribadi atau untuk sebagian orang berada di gunung bersama teman-teman merupakan suatu hal yang membahagiakan saya
sebuah nuansa yang luar biasa dan sarana mencapai kesyukuran thd nikmat allah

kalau bicara gunung beberapa teman kami juga sangat meminatinya, selera alam
ada yang suka motor cross, rc, sepeda gunung, dll
saya suka gunung hutan saja dengan camping
kalau untuk peralatan kami secukupnya dan seadanya saja
kalau mengejar kelengkapan tidak ada habisnya

Kamis, 03 Januari 2013

hujan oleh emha ainun nadjib

kutipan:

hujan adalah nasehat yang baik

nasehat yang mengingatkan manusia mengenai diri nya yang terbatas, pada keterbatasan manusia,
agar lebih mendekatkan diri pada allah yang menciptakan makhluk yang merancang desain alam maupun hujan.
hujan punya hak untuk turun, biarkan turun jangan dipawangi, ndak usah digeser geser

padang mbulan
28 12 12

Kamis, 27 Desember 2012

historical thinking

historical thinking

cara berpikir sejarah

menurut persepsi saya pribadi aja

bahwa cara berpikir sejarah merupakan metode , cara, atau sudut pandang dalam memandang sejarah manusia dan serentetannya

historical thinking merupakan usaha sadar bahwa sebagai manusia kita tidak terlepas dari sejarah

jadi hanya manusia yang mempunyai sejarah. hewan tidak berpikir maka tidak punya sejarah

belajar sejarah berarti belajar masa  lalu yang telah terjadi dan menyikapi dengan bijaksana dan untuk antisipasi masa depan

sedemikian juga bahwa tidak ada peristiwa yang sama serupa terjadi namun demikian ada kemiripan atau pola yang hampir serupa meskipun tak sama yang dapat dijadikan pelajaran berharga

apapun itu, baik skala mikro, meso atau makro

sepanjang sejarah manusia peraadaban dibangun berkembang dan runtuh. demikian pula bahwa sejarah manusia berdialektika dan berdinamika sedemikian juga

peradaban menuju kebaikan atau munuju kehancuran

tugas manusia untuk membangun peradaban yang baik. dengan anugrah akal pikir sudah sepatutnya dengan historical thinking itu manusia membangun peradaban yang baik dan bermartabat

berpikir sejarah berarti usaha positif untuk memperbaiki kualitas sejarah dan manusia dari kehidupan yang sebelumnya

diperlukan usaha positif manusia secara total dan menyeluruh agar sejarah dapat lebih baik dan tidak terulang

Selasa, 18 Desember 2012

menulis

menulis dan dunia

sejak ditemukannya kertas manusia beranjak membuat media tulisannya
begitu pula penemuan pena dan pensil

sebelumnya manusia menggunakan tinta dan bulu unggas untuk menulis


saat ini perpustakaan begitu menjamur dan banyak sekali buku2
semakin senang dengan penulisan dan buku membuka cakrawala kita terhadap berbagai hal


seharusnya dengan penenmuan alat tulis dan kertas menjadikan kita lebih produktif dalam menulis

namun apakah tulisan-tulisan kita selama ini sudah maksimal digunakan untuk kemaslahatan umat
ataukah digunakan untuk tujuan yang sebaliknya

kemudahan akses berbagai macam informasi seharusnya mempermudah kita untuk melakukan berbagai penulisan yang membangun peradaban manusia yang baik.

Sebenarnya berapa persen kah jumlah tulisan yang benar2 bermanfaat dan dan dapat digunakan serta bermutu



selamat menulis dan rubahlah dunia

sejarah tinta

Belajar dan seni memainkan peranan penting dalam sebuah peradaban, apalagi, di era keemasan Islam, kedua bidang itu mendapat perhatian yang sangat besar dari para khalifah, ilmuwan, seniman dan masyarakat Muslim. Salah satu faktor yang telah mendorong berkembangnya ilmu pengetahuan dn seni rupa di dunia Islam adalah tersedianya tinta dan zat warna.

Tinta dan zat warna merupakan bahan yang sangat penting untuk menopang aktivitas keilmuan dan seni rupa. Karena itulah, umat Muslim di zaman kekhalifahan memberi perhatian khusus terhadap ketersediaan tinta dan zat warna.

Perkembangan industri tinta dan zat warna direkam secara khusus oleh Al-Muzz Ibnu Badis (wafat 416 H / 1025 H) dalam bukunya bertjuk, Umdat Al-Kuttab (buku tentang Keahlian Menulis dan peralatan oarang-orang arief). Peradaban Islam memang bukanlah yang pertama menemukan tinta dan zat warna. Menurut catatan sejarah, peradaban Cina telah menemukan tinta untuk menghitamkan permukaan gambar dan tulisan yang terpahat pada batu sekitar 5000 tahun yang lalu. mereka membuat tinta dari campuran jelaga dari asap kayu cemara, lampu minyak dan jelatin dari kulit binatang serta darah yang dibekukan.

Ada pula yang menyebutkan, tinta telah digunakan peradaban India kuno pada abad ke-4 SM, Hal ini terungkap dari sebuah naskah kuno India, Kharosthi, yang ditemukan para arkeolog di wilayah Turkistan Cina, sekarang provinsi Xinjiang. Resep pembuatan tinta telah ditemukan 1.600 tahun yang lalu, ungkap sharon J Hutington.

Will Kwiatkowski dalam bukunya berjudul, ink and Gold: Islamic Calligraphy, menuturkan, produksi tinta di dunia Islam telah di mulai pada 1000 tahun yang lalu. Pada masa itu, tinta digunakan untuk menulis kaligrafi. Produksi tinta sama pesatnya dengan pencapaian dunia Islam di bidang seni Kaligrafi. Produksi tinta berkembang di setiap kekhalifahan, seperti Abbasiyah (749-1258), Selbuk (1055-1243), Safawiyah (1520-1736) dan Mughal (1526-1857)

Ahmad Y Al-Hassan dan Donald R Hill dalam bukunya bertajuk, Islamic Technology;An Ilustrated History mengungkapkan di era kejayaan peradaban Muslim telah mampu memproduksi tinta hitam. Pada massa itu, terdapat dua tipe utama permanen. Pertama, tinta permanen yang dihasilkan dari partikel-partikel halus karbon dan kedua adalah tinta hitam yang berasal dari besi tanat.

Menurut Al-Hassan dan Hill, karbon untuk tinta hitam diperoleh dari jelaga berbagai minyak dan lemak, seperti minyak biji rami dan minyak bumi atau arang giling yang dibuat dari berbagai biji-bijian. Cara membuat tinta di masa itu begitu khas. Salah satu cara membuat tinta dari jelaga, papar Al-Hasan, dengan menggunakan lampu empat sumbu untuk membakar minyak biji rami.

Pada bagian atas lampu terdapat penutup berbentuk kubah dengan sebuah lubang dan di atasnya terdapat lagi enam penutup serupa berbentuk cerobong. Sumbu dinyalakan dan minyak terbakar habis, kemudian jelaga yang terkumpul di dalam cerobong dikumpulkan menggunakan bulu. Selanjutnya, jelaga itu diayak hingga didapat serbuk yang halus. Pembuatan tinta permanennya juga ada yang menggunakan gom Arab (diperolah dari tumbuhan sejenis akasia) sebagai bahan pengikat, walaupun glair (dibuat dari kocokan putih telur) dapat dijadikan alternatif.

“Tinta lain juga dijabarkan dalam manuskrip Arab, di antaranya tinta biru-hitam yang didapatkan dari biji-bijian tertentu dan ferro sulfat yang msih digunakan hingga kini” ungkap Al-Hassa dan Hill.

Source:
http://kulitintacetak.com/tinta-di-dunia-islam.html