just bikin coretan
manusia yang baik adalah manusia yang memberikan kemanfaatan pada yang lain
yang amal kerja kerasnya membantu orang lain. meninggikan orang lain.
tidak mencari kejelekan orang lain namun menggali kebaikan orang lain
dua hal bila kita ingin sukses, tapi masih ada variabel lain yaitu Tuhan
pakai otakmu atau fisikmu
kalau kamu ndak ganteng atau ndak cantik, tenaga kecil dan fisik pas
artinya kamu harus memaksimalkan kemampuan otakmu untuk menghadapi kehidupan ini
ada pula pengandal fisik ya tahu sendiri lah siapa dan apa
bagaimana jika kemampuan otak sedang sedang saja
itu artinya tingkatkan kemampuan otakmu menjadi beberapa kali
toh einstein saja masih menggunakan 10 % kemampuan otaknya
bagaimanapun juga sebenarnya otak dan fisik tak bisa terlepas sama sekali
orang yang pake fisik ya pake otak juga kok
begitu pula yang pake otak ya butuh tenaga fisik juga
memang kalau bisa ya harus selaras satu sama lain
kalau ndak pake otak dan ndak pake fisik
itu sama artinya belum bisa menggunakan anugrah
gimana kalau ndak mampu
berdoa aja ke Tuhanmu semoga kamu dibantu juga
Cari Blog Ini
Sabtu, 05 Januari 2013
Jumat, 04 Januari 2013
camping
setiap bulan juni pada masa bulan kering dan nggak hujan
muncul gejala demam saya untuk naik gunung
gejala itu muncul karena kerinduan terhadap jalan2 ke gunung bersama teman2
kerinduan menikmati pemandangan, ciptaan, dsb
mungkin bagi banyak orang kegiatan ini begitu tidak penting
tapi bagi saya pribadi atau untuk sebagian orang berada di gunung bersama teman-teman merupakan suatu hal yang membahagiakan saya
sebuah nuansa yang luar biasa dan sarana mencapai kesyukuran thd nikmat allah
kalau bicara gunung beberapa teman kami juga sangat meminatinya, selera alam
ada yang suka motor cross, rc, sepeda gunung, dll
saya suka gunung hutan saja dengan camping
kalau untuk peralatan kami secukupnya dan seadanya saja
kalau mengejar kelengkapan tidak ada habisnya
muncul gejala demam saya untuk naik gunung
gejala itu muncul karena kerinduan terhadap jalan2 ke gunung bersama teman2
kerinduan menikmati pemandangan, ciptaan, dsb
mungkin bagi banyak orang kegiatan ini begitu tidak penting
tapi bagi saya pribadi atau untuk sebagian orang berada di gunung bersama teman-teman merupakan suatu hal yang membahagiakan saya
sebuah nuansa yang luar biasa dan sarana mencapai kesyukuran thd nikmat allah
kalau bicara gunung beberapa teman kami juga sangat meminatinya, selera alam
ada yang suka motor cross, rc, sepeda gunung, dll
saya suka gunung hutan saja dengan camping
kalau untuk peralatan kami secukupnya dan seadanya saja
kalau mengejar kelengkapan tidak ada habisnya
Kamis, 03 Januari 2013
hujan oleh emha ainun nadjib
kutipan:
hujan adalah nasehat yang baik
nasehat yang mengingatkan manusia mengenai diri nya yang terbatas, pada keterbatasan manusia,
agar lebih mendekatkan diri pada allah yang menciptakan makhluk yang merancang desain alam maupun hujan.
hujan punya hak untuk turun, biarkan turun jangan dipawangi, ndak usah digeser geser
padang mbulan
28 12 12
hujan adalah nasehat yang baik
nasehat yang mengingatkan manusia mengenai diri nya yang terbatas, pada keterbatasan manusia,
agar lebih mendekatkan diri pada allah yang menciptakan makhluk yang merancang desain alam maupun hujan.
hujan punya hak untuk turun, biarkan turun jangan dipawangi, ndak usah digeser geser
padang mbulan
28 12 12
Kamis, 27 Desember 2012
historical thinking
historical thinking
cara berpikir sejarah
menurut persepsi saya pribadi aja
bahwa cara berpikir sejarah merupakan metode , cara, atau sudut pandang dalam memandang sejarah manusia dan serentetannya
historical thinking merupakan usaha sadar bahwa sebagai manusia kita tidak terlepas dari sejarah
jadi hanya manusia yang mempunyai sejarah. hewan tidak berpikir maka tidak punya sejarah
belajar sejarah berarti belajar masa lalu yang telah terjadi dan menyikapi dengan bijaksana dan untuk antisipasi masa depan
sedemikian juga bahwa tidak ada peristiwa yang sama serupa terjadi namun demikian ada kemiripan atau pola yang hampir serupa meskipun tak sama yang dapat dijadikan pelajaran berharga
apapun itu, baik skala mikro, meso atau makro
sepanjang sejarah manusia peraadaban dibangun berkembang dan runtuh. demikian pula bahwa sejarah manusia berdialektika dan berdinamika sedemikian juga
peradaban menuju kebaikan atau munuju kehancuran
tugas manusia untuk membangun peradaban yang baik. dengan anugrah akal pikir sudah sepatutnya dengan historical thinking itu manusia membangun peradaban yang baik dan bermartabat
berpikir sejarah berarti usaha positif untuk memperbaiki kualitas sejarah dan manusia dari kehidupan yang sebelumnya
diperlukan usaha positif manusia secara total dan menyeluruh agar sejarah dapat lebih baik dan tidak terulang
cara berpikir sejarah
menurut persepsi saya pribadi aja
bahwa cara berpikir sejarah merupakan metode , cara, atau sudut pandang dalam memandang sejarah manusia dan serentetannya
historical thinking merupakan usaha sadar bahwa sebagai manusia kita tidak terlepas dari sejarah
jadi hanya manusia yang mempunyai sejarah. hewan tidak berpikir maka tidak punya sejarah
belajar sejarah berarti belajar masa lalu yang telah terjadi dan menyikapi dengan bijaksana dan untuk antisipasi masa depan
sedemikian juga bahwa tidak ada peristiwa yang sama serupa terjadi namun demikian ada kemiripan atau pola yang hampir serupa meskipun tak sama yang dapat dijadikan pelajaran berharga
apapun itu, baik skala mikro, meso atau makro
sepanjang sejarah manusia peraadaban dibangun berkembang dan runtuh. demikian pula bahwa sejarah manusia berdialektika dan berdinamika sedemikian juga
peradaban menuju kebaikan atau munuju kehancuran
tugas manusia untuk membangun peradaban yang baik. dengan anugrah akal pikir sudah sepatutnya dengan historical thinking itu manusia membangun peradaban yang baik dan bermartabat
berpikir sejarah berarti usaha positif untuk memperbaiki kualitas sejarah dan manusia dari kehidupan yang sebelumnya
diperlukan usaha positif manusia secara total dan menyeluruh agar sejarah dapat lebih baik dan tidak terulang
Selasa, 18 Desember 2012
menulis
menulis dan dunia
sejak ditemukannya
kertas manusia beranjak membuat media tulisannya
begitu pula penemuan
pena dan pensil
sebelumnya manusia
menggunakan tinta dan bulu unggas untuk menulis
saat ini perpustakaan
begitu menjamur dan banyak sekali buku2
semakin senang dengan
penulisan dan buku membuka cakrawala kita terhadap berbagai hal
seharusnya dengan
penenmuan alat tulis dan kertas menjadikan kita lebih produktif dalam menulis
namun apakah
tulisan-tulisan kita selama ini sudah maksimal digunakan untuk kemaslahatan
umat
ataukah digunakan
untuk tujuan yang sebaliknya
kemudahan akses
berbagai macam informasi seharusnya mempermudah kita untuk melakukan berbagai
penulisan yang membangun peradaban manusia yang baik.
Sebenarnya berapa
persen kah jumlah tulisan yang benar2 bermanfaat dan dan dapat digunakan serta
bermutu
selamat menulis dan
rubahlah dunia
sejarah tinta
Belajar dan seni memainkan peranan penting dalam sebuah peradaban,
apalagi, di era keemasan Islam, kedua bidang itu mendapat perhatian yang
sangat besar dari para khalifah, ilmuwan, seniman dan masyarakat
Muslim. Salah satu faktor yang telah mendorong berkembangnya ilmu
pengetahuan dn seni rupa di dunia Islam adalah tersedianya tinta dan zat
warna.
Tinta dan zat warna merupakan bahan yang sangat penting untuk menopang aktivitas keilmuan dan seni rupa. Karena itulah, umat Muslim di zaman kekhalifahan memberi perhatian khusus terhadap ketersediaan tinta dan zat warna.
Perkembangan industri tinta dan zat warna direkam secara khusus oleh Al-Muzz Ibnu Badis (wafat 416 H / 1025 H) dalam bukunya bertjuk, Umdat Al-Kuttab (buku tentang Keahlian Menulis dan peralatan oarang-orang arief). Peradaban Islam memang bukanlah yang pertama menemukan tinta dan zat warna. Menurut catatan sejarah, peradaban Cina telah menemukan tinta untuk menghitamkan permukaan gambar dan tulisan yang terpahat pada batu sekitar 5000 tahun yang lalu. mereka membuat tinta dari campuran jelaga dari asap kayu cemara, lampu minyak dan jelatin dari kulit binatang serta darah yang dibekukan.
Ada pula yang menyebutkan, tinta telah digunakan peradaban India kuno pada abad ke-4 SM, Hal ini terungkap dari sebuah naskah kuno India, Kharosthi, yang ditemukan para arkeolog di wilayah Turkistan Cina, sekarang provinsi Xinjiang. Resep pembuatan tinta telah ditemukan 1.600 tahun yang lalu, ungkap sharon J Hutington.
Will Kwiatkowski dalam bukunya berjudul, ink and Gold: Islamic Calligraphy, menuturkan, produksi tinta di dunia Islam telah di mulai pada 1000 tahun yang lalu. Pada masa itu, tinta digunakan untuk menulis kaligrafi. Produksi tinta sama pesatnya dengan pencapaian dunia Islam di bidang seni Kaligrafi. Produksi tinta berkembang di setiap kekhalifahan, seperti Abbasiyah (749-1258), Selbuk (1055-1243), Safawiyah (1520-1736) dan Mughal (1526-1857)
Ahmad Y Al-Hassan dan Donald R Hill dalam bukunya bertajuk, Islamic Technology;An Ilustrated History mengungkapkan di era kejayaan peradaban Muslim telah mampu memproduksi tinta hitam. Pada massa itu, terdapat dua tipe utama permanen. Pertama, tinta permanen yang dihasilkan dari partikel-partikel halus karbon dan kedua adalah tinta hitam yang berasal dari besi tanat.
Menurut Al-Hassan dan Hill, karbon untuk tinta hitam diperoleh dari jelaga berbagai minyak dan lemak, seperti minyak biji rami dan minyak bumi atau arang giling yang dibuat dari berbagai biji-bijian. Cara membuat tinta di masa itu begitu khas. Salah satu cara membuat tinta dari jelaga, papar Al-Hasan, dengan menggunakan lampu empat sumbu untuk membakar minyak biji rami.
Pada bagian atas lampu terdapat penutup berbentuk kubah dengan sebuah lubang dan di atasnya terdapat lagi enam penutup serupa berbentuk cerobong. Sumbu dinyalakan dan minyak terbakar habis, kemudian jelaga yang terkumpul di dalam cerobong dikumpulkan menggunakan bulu. Selanjutnya, jelaga itu diayak hingga didapat serbuk yang halus. Pembuatan tinta permanennya juga ada yang menggunakan gom Arab (diperolah dari tumbuhan sejenis akasia) sebagai bahan pengikat, walaupun glair (dibuat dari kocokan putih telur) dapat dijadikan alternatif.
“Tinta lain juga dijabarkan dalam manuskrip Arab, di antaranya tinta biru-hitam yang didapatkan dari biji-bijian tertentu dan ferro sulfat yang msih digunakan hingga kini” ungkap Al-Hassa dan Hill.
Source:
http://kulitintacetak.com/tinta-di-dunia-islam.html
Tinta dan zat warna merupakan bahan yang sangat penting untuk menopang aktivitas keilmuan dan seni rupa. Karena itulah, umat Muslim di zaman kekhalifahan memberi perhatian khusus terhadap ketersediaan tinta dan zat warna.
Perkembangan industri tinta dan zat warna direkam secara khusus oleh Al-Muzz Ibnu Badis (wafat 416 H / 1025 H) dalam bukunya bertjuk, Umdat Al-Kuttab (buku tentang Keahlian Menulis dan peralatan oarang-orang arief). Peradaban Islam memang bukanlah yang pertama menemukan tinta dan zat warna. Menurut catatan sejarah, peradaban Cina telah menemukan tinta untuk menghitamkan permukaan gambar dan tulisan yang terpahat pada batu sekitar 5000 tahun yang lalu. mereka membuat tinta dari campuran jelaga dari asap kayu cemara, lampu minyak dan jelatin dari kulit binatang serta darah yang dibekukan.
Ada pula yang menyebutkan, tinta telah digunakan peradaban India kuno pada abad ke-4 SM, Hal ini terungkap dari sebuah naskah kuno India, Kharosthi, yang ditemukan para arkeolog di wilayah Turkistan Cina, sekarang provinsi Xinjiang. Resep pembuatan tinta telah ditemukan 1.600 tahun yang lalu, ungkap sharon J Hutington.
Will Kwiatkowski dalam bukunya berjudul, ink and Gold: Islamic Calligraphy, menuturkan, produksi tinta di dunia Islam telah di mulai pada 1000 tahun yang lalu. Pada masa itu, tinta digunakan untuk menulis kaligrafi. Produksi tinta sama pesatnya dengan pencapaian dunia Islam di bidang seni Kaligrafi. Produksi tinta berkembang di setiap kekhalifahan, seperti Abbasiyah (749-1258), Selbuk (1055-1243), Safawiyah (1520-1736) dan Mughal (1526-1857)
Ahmad Y Al-Hassan dan Donald R Hill dalam bukunya bertajuk, Islamic Technology;An Ilustrated History mengungkapkan di era kejayaan peradaban Muslim telah mampu memproduksi tinta hitam. Pada massa itu, terdapat dua tipe utama permanen. Pertama, tinta permanen yang dihasilkan dari partikel-partikel halus karbon dan kedua adalah tinta hitam yang berasal dari besi tanat.
Menurut Al-Hassan dan Hill, karbon untuk tinta hitam diperoleh dari jelaga berbagai minyak dan lemak, seperti minyak biji rami dan minyak bumi atau arang giling yang dibuat dari berbagai biji-bijian. Cara membuat tinta di masa itu begitu khas. Salah satu cara membuat tinta dari jelaga, papar Al-Hasan, dengan menggunakan lampu empat sumbu untuk membakar minyak biji rami.
Pada bagian atas lampu terdapat penutup berbentuk kubah dengan sebuah lubang dan di atasnya terdapat lagi enam penutup serupa berbentuk cerobong. Sumbu dinyalakan dan minyak terbakar habis, kemudian jelaga yang terkumpul di dalam cerobong dikumpulkan menggunakan bulu. Selanjutnya, jelaga itu diayak hingga didapat serbuk yang halus. Pembuatan tinta permanennya juga ada yang menggunakan gom Arab (diperolah dari tumbuhan sejenis akasia) sebagai bahan pengikat, walaupun glair (dibuat dari kocokan putih telur) dapat dijadikan alternatif.
“Tinta lain juga dijabarkan dalam manuskrip Arab, di antaranya tinta biru-hitam yang didapatkan dari biji-bijian tertentu dan ferro sulfat yang msih digunakan hingga kini” ungkap Al-Hassa dan Hill.
Source:
http://kulitintacetak.com/tinta-di-dunia-islam.html
Langganan:
Postingan (Atom)